Assalamu'alaikum.
kali ini aku hanya ingin menulis sekaligus menyampaikan perasaan aku untuk seseorang yang
selama ini aku anggap baik dan tulus menerima semua sifat jelek aku.
mungkin itu memang benar adanya, namun aku tak tau mengapa dia baru menyampaikannya sekarang setelah perasaan itu memang sudah benar-benar susah untuk di cabut dari hati ini.
seseorang yang selalu aku khawatirkan, kini mulai tak suka lagi dengan semua perhatian ku.
seseorang yang mengatakan jatuh cinta karena aku alay, kini mulai muak dengan sifat alay ku yang memang tak bisa aku hentikan.
sesorang yang mampu merubah dunia hitamku menjadi terang dan penuh warna ini.
seseorang yang selalu aku sayangi dan tentu juga aku cintai, kini mulai berubah dan membuatku sedikit bosan dan ingin menyerah.
seseorang yang dulu selalu mengkhawatirkan aku, sekarang berubah menjadi tak terlalu peduli lagi denganku.
seseorang yang tak pernah sedikit pun cemburu padaku, mungkin karena dia memang tak ada rasa suka sama ku yang terlalu menyangkut di hatinya.
seseorang yang dulu aku banggakan bila ku ceritakan pada teman-temanku, kini mulai ku ragukan untuk dibanggakan.
seseorang yang dengannya aku merasa sempurna, kini telah menjauh dariku.
seseorang yang hanya dengannyalah pertama kalinya aku tak merasa ilfil bila dia melakukan sesuatu yang aku anggap jijik bilalelaki lain yang melakukannya.
namun, seseorang itu jugalah yang membuatku perlahan mulai meredup laagi.
dialah orang yang lulus seleksi ketatku, namun dia jugalah yang mebuat aku merasa aku telah disia-siakan.
seseorang yang hanya untuknya lah aku berjuang walaupun aku sakit.
Seseorang yang selalu menemani hariku yang membosankan, namun kini dia membuatku lelah dan redup kembali seperti aku belum mengenalnya dulu.
Ya, orang itu adalah seseorang yang aku tulis namanya di judul blog ini. Dia Willy.
Hari terasa ceria ketika kami bersama.
Tapi ngga tau kenapa juga kami selalu berantem.
Ya, aku juga jenuh. Bukan hanya dia.
Tapi aku ngga pernah menyampaikan apa kekurangannya secara frontal. Ngga seperti dia yang tiba-tuba membuat jantungku benar-benar terasa sakit. Sakit yang lebih dari sakit daripada biasanya.
Aku selalu menerima dia apa adanya, tapi aku ngga tau kenapa dia bisa setega itu untuk menyampaikan hal yang benar benar membuatku kaget dan sakit.
Dia yang biasanya care apabila aku sakit, kini dia mulai acuh.
Dia yang beralasan suka dengan aku karena aku alay dan lebay, tapi kini dia mengatakan dia ngga suka dengan sikapku.
Awal kami pacaran, aku selalu bertanya dalam hatiku, “apakah aku hanya pelariannya?” tapi dia bisa meyakinkan ku, bahwa dugaanku itu salah. Lalu akupun nyaman bersamanya. Tapi, apabila seperti ini, aku mulai bertanya lagi pertanyaan yang sudah lama aku lupakan, dan kini, hanya waktu yang akan menjawab semuanya.
Bila dia membaca ini, aku harap dia mengerti bahwa aku selalu berjuang demi dia, agar dia tidak malu walaupun dia bilang dia ngga pernah malu sama aku. Tapi, dengan membaca pesan nya, aku jadi sadar bahwa dia sebenarnya ngga suka cewek alay dan lebay. Apalagi dengan yang bermasker?????
Bila dia baca ini, semoga dia tau juga kalau aku juga ada yang ngga aku suka dari dia, tapi aku sampaikan disaat yang tepat sambil menasehatinya bahwa aku ngga ingin dia seperti itu.
Dan aku selama ini terima dia apa adanya dia dan kekurangannya juga aku terima tanpa pernah aku sampaikan sehingga membuatnya sakit hati.
Huft, maaf kalau aku mulai hari ini akan berubah. Jangan salahkan keadaan, salahkan sifat kamu yang masih terngiang masalalu kamu dengan cewek cuek. Sedangkan kamu sekarang sedang bersama cewek super perhatian dan yg terlalu Lebay Nggak Penting dalam mengkhawatirkan mu. Jika nanti aku berubah jadi dingin dan tak peduli, itu lah yang kamu inginkan.
Aku akan belajar cuek dari sekarang melalui sikap cuek kamu.
Tapi jauh di dalam lubuk hatiku yang paling dalam, aku sangat
mengkhawatirkanmu walaupun aku bersikap cuke karena aku hanya akan berpurapura
cuek karena kamu tak ingin di ganggu olehku. Dan jauh didalam hatiku, aku
sangat saying kau dan tukus mencintai kamu apa adanya dan dengan bagaimanapun
keadaanmu. Aku selalu terima kamu saat kamu sedang di bawah. Aku ngga pernah
ilfil setiap aku dengar kita ngga bisa kemana2 karena kita sedang kere. Percayalah,
aku tulus dalam menyayangimu. Mungkin aku terlalu lemah dalam soal percintaan.
by; bella

Tidak ada komentar:
Posting Komentar